News

Iran Minta AS Hentikan Tafsir yang Bertentangan dengan MoU Perdamaian

Teheran (KABARIN) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) menghentikan interpretasi yang dinilai bertentangan dengan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perdamaian yang baru-baru ini ditandatangani kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Baghaei melalui unggahan di platform media sosial X pada Rabu (24/6), sebagai respons terhadap pernyataan sejumlah pejabat AS yang dinilai tidak sejalan dengan isi MoU tersebut.

Menurut Baghaei, pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan terkait pengakhiran perang tidak akan mengurangi ketidakpercayaan masyarakat Iran, tetapi justru mengingatkan kembali pada pelanggaran komitmen yang pernah terjadi di masa lalu.

Ia menegaskan pemerintah AS belum pernah menunjukkan ketulusan dalam hubungannya dengan bangsa Iran. Meski demikian, Iran tetap mengikuti proses diplomatik dengan iktikad baik dan bersedia menandatangani MoU tersebut.

Baghaei juga mengatakan rakyat Iran memahami bahwa ancaman terhadap negaranya tidak akan hilang hanya dengan penandatanganan sebuah MoU, mengingat pengalaman yang mereka alami selama lima dekade terakhir, terutama perkembangan dalam 18 bulan terakhir.

Pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani MoU yang bertujuan mengakhiri konflik di kawasan pada seluruh front, termasuk di Lebanon.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua negara sepakat menjalani proses negosiasi selama 60 hari yang saat ini masih berlangsung guna mencapai perjanjian final, terutama terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: